Kau Yang Paling Mengerti

Aku berdiam di kesunyian
Di keheningan baitMU BAPA
Tanpa kata dan tanpa bahasa
Hanya menunggu Engkau Tuhan

Yesus Tuhanku
Kau paling mengerti
Rapuh hati ini
letih jiwa ini

Jamah ya Tuhanku
Jamah ya Tuhanku
Sbab Engkaulah Tuhan 
Yang Paling mengerti 

Aku berdiam di kesunyian
Di kehehingan baitMU Bapa
Tanpa kata dan tanpa bahasa 
Hanya menunggu Engkau Tuhan 

Yesus Tuhanku
Kau paling mengerti
Rapuh hati ini
Letih Jiwa ini

Jamah ya Tuhanku
Jamah ya Tuhanku
Sbab Engkaulah Tuhan
Yang paling mengerti 

==========================

Kemarin beli CD baru, Heling Worship 2, yang nyanyi Franky Sihombing.. gak nyangka ada lagu ini. pas beli sih lihatnya lagu lain.. lagu ini pertama kali aku nyanyi sekitar 1,5 tahun yang lalu, saat keadaan dalam hidupku yah bisa dibilang SANGAT KELAM, harapan sepertinya tidak ada.. Kemudian seorang teman di kampus nyanyiin lagu ini.. Dan memang aku ngerasa di saat itu, dan hingga saat ini bahkan di masa depanpun, ga ada yang bisa tau keadaanku, ga ada yang bisa ngerti aku, selain hanya Tuhan Yesus yang kasi aku kekuatan buat ngejalanin hidup ini…

Hidup memang berat dan kematian memang terasa lebih murah, namun kalau aku dikasi hidup, itu merupakan anugerah dalam hidupku. Semoga aku bisa terus bertahan hadapi hidup ini.. Amin..hehe…

Like my friend say….

Kan kugedor pintu sorga
Menyerahkan segala dosa
Memohon pintu anugerah terbuka

(My friend, sory if i copas,hehe…., that really meaningful for me…)

5 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    achoey berkata,

    wah
    puisi kita nyaris sama

    aku tulis puisi pagi ini :)

  2. 2

    roberthendrik berkata,

    ni bukan aku yang bikin,hehe.. ini lagu karengan Yudi Hastono yang dinyanyiin ama ranky Sihombing (di almbunya sih,hehehe)….

  3. 3

    ennie berkata,

    “Love Your Life….”

    saya punya email hasil forwarding dari teman…kata-katanya sangat bermakna…
    semoga bisa memberikan pencerahan…

    God bless u ^-^
    Sign in…
    TUHAN : Kamu memanggilKu ?
    AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
    TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
    AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
    TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
    AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
    TUHAN : Benar sekali.
    Aktivitas memberimu kesibukan.
    Tapi produktivitas memberimu hasil.
    Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
    AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
    TUHAN :
    Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
    AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
    TUHAN :
    Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
    AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
    TUHAN :
    Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
    Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
    Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
    Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
    AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
    TUHAN :
    Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
    Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
    AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
    TUHAN :
    Rasa sakit tidak bisa dihindari,
    tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
    AKU : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
    TUHAN :
    Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
    Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
    Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
    Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
    AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
    TUHAN :
    Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
    Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
    AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
    TUHAN :
    Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
    Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui
    perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
    AKU : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…
    TUHAN :
    Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
    Lihatlah ke dalam.
    Melihat ke luar, kamu bermimpi.
    Melihat ke dalam, kamu terjaga.
    Mata memberimu penglihatan.
    Hati memberimu arah.
    AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
    TUHAN :
    Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
    Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
    Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
    Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
    AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
    TUHAN :
    Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
    Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
    AKU : Apa yang menarik dari manusia?
    TUHAN :
    Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
    Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”
    AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
    TUHAN :
    Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
    Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
    Ciptakan tujuan itu.
    Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
    AKU : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
    TUHAN :
    Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
    Peganglah saat ini dengan keyakinan.
    Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
    AKU : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
    TUHAN :
    Tidak ada doa yang tidak dijawab.
    Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
    AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
    TUHAN :
    Oke.
    Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
    Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
    Percayalah padaKu.
    Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

    ………TUHAN has signed out

  4. 4

    roberthendrik berkata,

    wahhh ennie thx buat chattingnya,hehehe… masalahnya TUHAN gak pernah Signed Out, always Signed In, hehe……

  5. 5

    ennie berkata,

    menurut saya…gak jugalah….Tuhan gak selalu “sign in”
    pada saat hati kita dikuasai oleh marah, cemburu dan dendam…
    Tuhan merasa sangat tidak nyaman dan memilih “sign out” dulu sejenak….
    setelah dirasa suasana sudah “kondusif”…nah…”sign in” lagi hehe….(ada-ada aja…gitu loo)


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda