Sudah kita ketahui bersama bahwa pemerintah telah mengeluarkan undang – undang pelarangan merokok di tempat umum, karena alasan yang jelas, Merugikan perokok pasif atau orang yang ngga ngerokok namun juga ikut menghirup asap rokok. Gini aja, anda mau gak, misalnya anda punya Bayi yang baru lahir, menghirup asap rokok yang berbahaya ??.
OK, kita sambung ke JOHN PANTAU, ini salah satu acara favorit saya di Trans TV, Blak – blakan banget dan mau ambil resiko. Sampai – sampai pernah jadi masalah. Acara ini membawa pemirsanya melihat realita kehidupan masyarakat perotaan yang tidak taat Hukum.
Salah satu episode mengenai Larangan Merokok di Tempat Umum. Suatu ketika John and Friend berjalan – jalan mencari mangsa, yaitu orang – orang yang ngerokok di tempat umum. Nah ketemulah dengan seorang cewek yang lagi asik sms-an sambil ngerokok. Temannya si john ini pun datangm trus nanya, “mba, tau ga kalau disini gak boleh ngerokok”. Si cewek, ga tau bener2 ga tau, atau pura2 ga tau, nge jawab “iya ya”.
Trus sama john akhirnya ditunjukin papan dilarang ngerokok. Tapi si cewek ga juga mematikan rokoknya. Seperti biasa, trus ditanyain, “menurut mba, ngerokok disini, bener apa salah ?”, dijawab “ya salah sih”.. Inilah realita, orang Indonesia seringkali, UDAH TAU SALAH, tetap aja ngelakuin.
Agak extrim dikit, temannya si john ambil rokoknya dan mematikan, si cewek marah2 dan akhirnya pergi keluar. akhirnya kru John pantau terus mencari target – target, yaitu orang – orang yang ngerokok di tempat – tempat umum. bahkan ada juga yang ngerokok di rumah sakit, yang jelas – jelas seharusnya ga boleh ngerokok disana.
Paling seru nih. Di stasiun kereta api. Pas ada bapak – bapak ngerokok (Kesalahan 1). Si john datengin. mungkin karena dah ngerasa salah. bapak tersebut langsung buang rokok sembarangan. KESALAHAN 2 : Membuang sampah di sembarang tempat.
Trus, pas john datang, si bapak ga mau ngaku salah, katanya “yang ngga boleh tuh di daerahs ana, di sini boleh”.. berdebat trus, akhirnya dipanggilah sekurity. Satpamnya ditanyain “pak, boleh ga, ngerokok disini” satpam menjawab “ga boleh pak, ada peraturannya”. Eh si bapak malah menyalahkan yang lain juga “Tuh, yang lain juga ngerokok…” sudah agak emosi. NAH ini lagi kebiasaan orang indonesia, SUKA CARI TEMAN. Kalau ada yang lain berbuat kesalahan yang sama, dijadikan TAMENG.
Makin EMOSI bapaknya.langsung berkata “Eh, kalau ga ada kamera, sudah saya hajar kamu.. di Jakarta ini saya ga takut sama siapapun” dan mau menyerang john pantau..(Kesalahan 3 : Menyerang Orang Lain). Akhrnya si john menjelaskan, “pak,kami cuman memberitahun saja”.. tapi bapaknya terus saja emosi dan marah2.. akhirnya Satpam melerai, dan acara Selesai…
Ada 3 Keslahan :
1. Merokok di Tempat Umum
2. Membuang Sampah sembarangan
3. Menyerang Orang lain
Bener2 keren acara ini…berani juga john pantaunya…memang, kalau Hukum mau ditegakan, pasti ada resiko yang harus ditanggung.
diazhandsome berkata,
Februari 3, 2009 @ 2:43 pm
untung gw gak ngerokok… ya iyalah! gw masih 14 taun belom saatnya ngerokok (dan emang sebaiknya gak ngerokok)…
eniwei tentang John Pantau… gw juga suka tuh film. cuma waktunya berbenturan sama jadwal boker gw… ya udah deh… jarang nonton.
http://diazhandsome.wordpress.com
roberthendrik berkata,
Februari 3, 2009 @ 5:16 pm
sebaiknya sih memang ga usah ngerokom, sayang alam dan anak cucu nanti.. pengaruhnya bisa kebawah….
roberthendrik berkata,
Februari 4, 2009 @ 12:54 am
trit ini saya juga bikin di kaskus, begini tanggapannya :
1. Acaranya sech bagus gitu, tp sayang sasarannya org2 biasa aja…
Coba sekali2 cari sasaran org pemerintahan atawa anggota dewan…
Biar ditonton ma masyarakat aslinya mrk semua…
(Saran doang sech…)
tanggapan :
hahaha… pernah : sekali waktu, john sidak ke kantor MENPORA… ADA YANG GA BISA SEBUTIN PANCASILA…
Juga ke proye perbaikan jalan,
GILE, ada proyek tahun 1997 beru jalan 2008,, keren gakkk??
2. Mantab dah emang john pantau… kaga ade takutnye bos… ciakakaka
sering ngakak2 sendiri aja gw klo nonton…
tanggapan :
ada juga kadang dia takut, pas episode skripsi bajakan beberapa waktu yang lalu itu…keliatan banget kalau takut, ampe lari2.. untungnya gak ampe kenapa2,hehe… tapi keren.. dia berania..
inpo aja. bikin skripsi cuman 1,5 juta..
klau mau express bisa 3 juta
makin cepet makin mahal, capee deh…
kapan bisa pinter kalau kayak gitu..
3. emank mantab nh john pantau..
waktu itu gw pernah liad pas dy lagi mergokin polisi disuap ama bule..
trus john pantau nanya ke bule, bulenya blg dy kasihin duit.. tp polisinya ga mau ngaku..hauhuahua
seru bangeetttt..
tanggapan :
kalau ini saya gak nonton, tapi pasti seru
4. kadang2 suka keterlaluan
anyway, bagus koq, apalagi yg nangkep basah PNS keliaran di jam kerja
tanggapan :
di daerah saya juga banyak tuh PNS yang keluar pas masi jam kerja
Billy Koesoemadinata berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:14 am
acaranya keren, presenternya juga keren.. cuman sayang, responnya kadang ga keren.. pake nyerang2 dan emosian segala…
suhe berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:34 am
ah emang kebanyakan orang Indo, muka badak, ga mau dipersalahkan.
Samsuar Nurdin berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:40 am
HHmm… Menurut Gw ni, sebenarnya kesalahan kita juga ada lho. Ini dia kesalahan yang sering kita lakukan pada para perokok.
(1). Kita hanya bisa MELARANG perokok, tapi memberikan solusi.
(2). Biasanya juga kita hanya NGOMELIN perokok, tapi memberikan solusi.
(3). Kita hanya bisa MARAH-MARAHI perokok, tapi memberikan solusi.
(4). Kita hanya bisa MEJAUHI perokok, tanpa memberikan solusi.
(5). Kita hanya bisa MENCACI-MAKI perokok dengan demontrasi, spanduk, baliho besar, brosur, sticker dll. Tapi tidak memberikan solusi.
(6). Kita paling bisa & cepat ikut campur urusan orang lain merokok, tapi tidak juga pernah memberikan solusi.
Pertanyaan sekarang, Bagaimana mereka bisa menghenti Kecanduan dan Kebiasaan merokok yang sudah turun-temurun dilakukan puluhan tahun itu, kalau setiap harinya jutaan batang rokok diproduksikan setiap harinya dan di jual dengan harga yang sangat murah.
Ketika Anda sibuk melakukan 6 hal diatas, Kami justru telah berbuat nyata dan memberikan solusi nyata kepada mereka perokok aktif dengan Misi dan Visi yang jelas. Untuk menambah pengetahuan Anda tentang bahaya merokok, silahkan kunjungi website Kami: http://www.dilarangmerokok.com
Samsuar Nurdin berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:45 am
HHmm… Menurut Gw ni, sebenarnya kesalahan kita juga ada lho. Ini dia kesalahan yang sering kita lakukan pada para perokok.
(1). Kita hanya bisa MELARANG perokok, tapi memberikan solusi.
(2). Biasanya juga kita hanya NGOMELIN perokok, tapi memberikan solusi.
(3). Kita hanya bisa MARAH-MARAHI perokok, tapi memberikan solusi.
(4). Kita hanya bisa MEJAUHI perokok, tanpa memberikan solusi.
(5). Kita hanya bisa MENCACI-MAKI perokok dengan demontrasi, spanduk, baliho besar, brosur, sticker dll. Tapi tidak memberikan solusi.
(6). Kita paling bisa & cepat ikut campur urusan orang lain merokok, tapi tidak juga pernah memberikan solusi.
Pertanyaan sekarang, Bagaimana mereka bisa menghenti Kecanduan dan Kebiasaan merokok yang sudah turun-temurun dilakukan puluhan tahun itu, kalau setiap harinya jutaan batang rokok diproduksikan setiap harinya dan di jual dengan harga yang sangat murah.
Ketika Anda sibuk melakukan 6 hal diatas, Kami justru telah berbuat nyata dan memberikan solusi nyata kepada mereka perokok aktif dengan Misi dan Visi yang jelas. Untuk menambah pengetahuan Anda tentang bahaya merokok, silahkan kunjungi website Kami:
http://www.dilarangmerokok.com
roberthendrik berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:48 am
gitulah, warisan jajahan Belanda.. padahal dengan gitu, trus diperbaiki kan, semuanya bisa jadi lebih baik lagi..
diki berkata,
Februari 4, 2009 @ 4:27 am
Nice Indo Gan :beer:
perokok aktif berkata,
Februari 4, 2009 @ 5:46 am
emang gue pikirin,aq beli rokok pake duitku sendiri.emangnya lo siapa???kok berani2nya melarang orang lain merokok.jangan munafik dech
roberthendrik berkata,
Februari 4, 2009 @ 5:49 am
betul itu pak, pakai uang bapak, saya setuju… semua punya hak yang sama bukan.. jadi hargailah hak orang lain untuk mendapatkan udara bersih…
Usup Supriyadi berkata,
Februari 4, 2009 @ 5:54 am
Saya juga sering tuh lihat jhon pantau, memang terbuka apa adanya…
bagus…
http://usupsupriyadi.wordpress.com/2009/01/31/manfaat-merokok/
iwanmalik berkata,
Februari 4, 2009 @ 7:02 am
Acara siaran langsung atau tanpa rekayasa (sidak) paling banyak peminatnya
http://iwanmalik.wordpress.com
Info Pendidikan & Wirausaha
Akhirnya HOT Thread « Kerzt berkata,
Februari 4, 2009 @ 7:52 am
[...] Dilarang Merokok Mas… [...]
pakarfisika berkata,
Februari 4, 2009 @ 8:31 am
makanya MUI mengeluarkan Fatwa HARAM MEROKOK…
engeldvh berkata,
Februari 4, 2009 @ 8:34 am
ngerokok itu nambah Global Warming lho….
Visit me at:
http://engeldvh.wordpress.com
nurrahman18 berkata,
Februari 4, 2009 @ 8:54 am
ah, John pantau kadang berlebihan, kurang bijak, justifikasi di jalanan tanpa pendekatan persuasif sesuai kondisi orang yang ditanyai, dan kondisi masyarakat indo pada umumnya. Lebih mencari solusi, daripada memaparkan berjibun kesalahan kita sendiri…apa ga malu???
roberthendrik berkata,
Februari 4, 2009 @ 10:47 am
memeng sih kalau agak berlebihan, tapi kita ambil positifnya aja… kdangkala harus disentyil dulu baru bisa memperbaiki diri…
mudha berkata,
Februari 4, 2009 @ 10:42 am
setuju…. merokok haram…..
pengalamanberkata berkata,
Februari 4, 2009 @ 1:19 pm
Merokok itu sama dengan membakar uang, ya nggak? Sayang kan klo uang dibakar-bakar, mending beliin apa gitu…
hidayanti berkata,
Februari 4, 2009 @ 2:25 pm
indonesia negara hukum tapi orang2nya buta hukum semua …sussah di kasih tau,,egois mengerikan
M Shodiq Mustika berkata,
Februari 4, 2009 @ 2:27 pm
kasihan yang ga merokok yah jadi menghirup asap rokok nya
koranindependen berkata,
Februari 4, 2009 @ 2:31 pm
Solusi agar berhenti merokok ;
1.Pemerintah melarang setiap orang menanam tembakau, atau tumbuhan sejenisnya berikut bahan tumbuhan sebagai bahan ikutan rokok.
2.Pemerintah menutup seluruh pabrik rokok, dan tak memberikan ijin untuk pendirian pabrik rokok baru.
3.Membuat aturan baru yang memungkin bagi setiap perokok dikenakan hukuman layaknya pelaku tindak pidana.
Jika cuma fatwa haram, nggak efektif, karena tiap orang tahu hukuman Tuhan atas perbuatan dosa itu di akhirat. Dan peringatan kesehatan juga sama tak efektifnya, karena banyak orang yang justru menggunakan bahan2 berbahaya ketimbang merokok yaitu memakai psikotropik dan narkotik.
Bila semua telah dilakukan namun tetap juga tak berhasil, maka artinya merokok masih dianggap lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya.
Bila para Blogger ada punya solusi lagi yang akurat, kirimkan aja ke http://independen.co.cc
Putra berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:28 pm
Benar..setuju merokok harus dilarang !!!
Tapi tentunya ada peraturannya.
Kunjungi juga blog qu :
http://putracenter.wordpress.com
Amed berkata,
Februari 4, 2009 @ 3:34 pm
Di salah satu episode pernah ada siswi SMA (bersama John Pantau tentunya) yang coba menegur guru-guru-nya yang merokok di sekolah, tak tahunya di ujung acara malah si siswi yang dimarahi oleh guru-gurunya. Tuduhannya? Tidak menghormati guru lah…
Ho ho ho, jadi peraturan itu boleh dilanggar kalo yang melakukan statusnya guru ya?
r0ch4 berkata,
Februari 4, 2009 @ 4:59 pm
orang perokok tuh gak usah dibilangin, gak usah dilarang, karena yang ada malah berantem jadinya, suruh sopan aja, sopanlah dengan orang sekitar elo klo elo emang perokok dan merokoklah di tempat yang sudah disediakan, contoh : di kuburan, di tempat2 sampah, di kolong jembatan atau di tengah laut, karena memang itulah tempat- tempat yang strategis bagi kaum perokok macam elo- elo pada………..lam kenal bro !
http://r0ch4.wordpress.com
jiwakelana berkata,
Februari 4, 2009 @ 5:11 pm
Aq perokok, tp d depan teman2 aq gak matiin rokok karna 2 alasan, pertama gak da teman yg ngelarang, kedua kbetulan smuanya perokok, hehehee.. Ya skalipun kita perokok aktif kita mestinya mnghormati yg tdk ngerokok jg tdk ngerokok pd tmpat yg d larang.
jiwakelana berkata,
Februari 4, 2009 @ 5:19 pm
Aq gak smpat liat tayangan Jhon Pantau tsb, tp di acara mata kamera pernah juga tu ngintipin org yg ngerokok smbarangan d salah satu kantor d Jakarta, kedapetan tu sekuritinya sndiri yg ngerokok.. gitu tau gi di liput rokoknya lgsung d buang smbarangan, tp gak sampai lakukan ksalahan no 3 lho.. wah skuritinya malu bnget mungkin campur dongkol n takut juga tuh.. takut dpt tegoran dari atasannya. Salam mas..
roberthendrik berkata,
Februari 4, 2009 @ 6:44 pm
@jiwakelana…. begitulah mas, kita harus saling menghrmati, yang ngeroko maupun yang ga ngerokok karena kan jga yang ngerokok pake uang sendiri, dan yang ngga ngerokok juga punya hak hirup udara bersih…
kalau masalah satpam, wah sama juga mas, di kampus saya yang katanya “BEBAS ROKOK” juga gitu kelakuan sekuritynya…
@amed, itu aku gak nonton tapi memang begitulah sistem pendidikan kita, GURU SELALU BENAR, kalau salah, GURU SELALU BENAR… dan ga mau trima kritikan, saya juga pernah ngalamin kok.
dan bukan saja dalam hal ngerokok tapi juga dalam hal2 lain,itu adalah warisan budaya belanda yang BIROKRATIS…
@koranindepende, sbenarnya cukup DILEMATIS, karena industry rokok serap sangat banyak tenaga kerja, jadi harus hati2 dalam bertindak sebab bisa2 muncul del jutaan pengangguran baru kalau industry rokok ini ditutup..
gerakanpmiikebumen berkata,
Februari 4, 2009 @ 9:01 pm
bagi saya merokok merupakan alat rangsang otak kanan untuk bekerja.
ketika MUI mengeluarkan fatwa haram merokok, apakah MUI tidak melihat pada konsep keadilan, ketika MUI mengeluarkan fatwa haram merokok apakah MUI gak melihat masyarakat indonesia yang menggantungkan hidupnya dari petani tembakau lalu bagaimana nasib rakyat petani tembakau.
memang gila, semuanya sudah politis, semuanya dipolitisir
kenapa mui gak mengeluarkan fatwa bubarkan pabrik rokok aja sekalian ini kan lebih adil,
ngotem mboten mas………………….
salam
herbaqu berkata,
Februari 4, 2009 @ 11:14 pm
mau sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk selamanya?
lihat nih http://www.herbaqu.wordpress.com
hmcahyo berkata,
Februari 5, 2009 @ 2:52 am
numpang komen aja
lebhoor berkata,
Februari 5, 2009 @ 3:31 am
knapa g dbongkar ajah pabrikx???
Johan berkata,
Februari 5, 2009 @ 4:49 am
Merokok itu lebih banyak ruginya dibanding untungnya. Sebaiknya memang ndak usah merokok.
redangel7 berkata,
Februari 5, 2009 @ 5:33 am
Menurut gw yg salah ya pemerintah. uda tau rokok ga bagus kok diijinkan beredar di Indonesia? Heroin bikin orang mati toh rokok juga bikin orang mati. Napa heroin ga boleh rokok boleh? Bikin aja peraturan ga boleh ada rokok yg dijual di indonesia. Kalo alasannya takut masalah PHK dari pabrik2 rokok ya uda mereka boleh ekspor tapi kaga boleh jual di indonesia. Sebetulnya masalahnya sih satu doang.. Mereka kaga mau ilang penghasilan dari pajak rokok. Kan gede banget tuh. Bayangin aja brapa yg bisa dikorupsiin dari pajak rokok doang. Jadi ya tetep aja UUD sih.. Ujung ujungnya duittttt
roberthendrik berkata,
Februari 5, 2009 @ 5:40 am
@redangel7, salah satu masalahnya iya itu, pemerintah ga mau kehilangan cukai dan pajak rokok… juga kalau export pun terbatas bro, karena pasar dalam negeri serap banayk sekali rokok, indonesia adalah salah satu negara dengan perokok terbanyak.. makanya philip moris mau beli sampoerna kaena dia tau bakalan laku produk rokok dijual di indonesia..
omiyan berkata,
Februari 5, 2009 @ 7:13 am
sebuah resiko dari suatu pekerjaan
Treante berkata,
Februari 5, 2009 @ 7:32 am
merokok…
udah jelas gak baik untuk kesehatan! tapi…
juga gak bisa dilarang juga, karena rokok penghasil devisa yang banyak juga buat negeri ini…
roberthendrik berkata,
Februari 5, 2009 @ 7:36 am
bukan banyak saja, tapi BUANYYAKKK… kalau gak salah sih industry rokok SUMBANG puluhan MILIAR Rupiah PER HARI ke kas negara….
jaya berkata,
Februari 5, 2009 @ 9:46 am
Merokok itu memang banyak mudharatnya…
Malah ada Bapak yang tega bilang gini sama anaknya:
“Jangan dekat-dekat Papa sayang, sana aja mainnya, Papa lagi merokok…”
Nah harusnya si Bapak ini yang mematikan rokoknya kek saat anaknya datang, atau pergi kemana kek, biar anaknya gak niru gitu loh…
ricohsanusi berkata,
Februari 5, 2009 @ 10:27 am
yah, pemerintah juga punya kepentingan disini.
cukainya berapa tuh setahun?
kemudian fatwa2an juga ga jelas..
klo gw sih, krn gw anti rokok & selama asepnya ga nyeggol gw biarin aja..
tp klo dah nyenggol gw, hum..baru gw ngomel..
kingsuryadewatacitra berkata,
Februari 5, 2009 @ 11:42 am
kita jangan saling menyalahkan , mengatakan dirinya yang paling benar lebih baik cari solusi ,terutama dari diri sendiri dengan tidak merokok sembarangan dan lebih bagus kalau tidak merokok , lalu kita gunakan bahasa hati , bukan emosi dengan memberi contoh kepada yang lain yang akan menjadi INSPIRASI bagi orang lain, juga para pemimpin baik pejabat pemerintah, pemda juga para DPR yang bikin Peraturan tolong dengan amat sangat ………kasih contoh yang baik dengan tidak
merokok , seperti pantauan beberapa TV yang jelas jelas di gedung Pemerintah baik itu Pemda maupun di gedung DPR jelas – jelas merokok padahal tempat ber AC itu menunjukkan Para PEMIMPIN belum bisa dijadikan panutan, karena pada prinsipnya Peraturan di buat untuk kehidupan lebih baik , bukan untuk dilanggar , apa kata DUNIA………………… Coba renungkan dengan bahasa HATI yang terdalam bukan pakai EMOSI trimkasih ,
Wassalam,
Wejangan BAHASA HATI
sunarnosahlan berkata,
Februari 5, 2009 @ 1:29 pm
kasihan yang merokok ga sadar menyiksa diri sendiri
humaiRA binti Maulid berkata,
Februari 5, 2009 @ 2:53 pm
ane juga paling sebel sama perokok aktif
di angkot, di restoran, di pasar, hah ga tanggung2, di semua tempat kalo lagi pengen, suka2 aja, ga peduli orang sekitar yg udah megap2, ga sadar apa pada di umpatin org2, jadi bikin dosa kan
memang hak ente2 semua sih buat memilih hidup merokok
tapi qta yg ga merokok kan punya hak juga buat hidup sehat bebas polusi!
bagus lah rokok di haramin, sepakat ane!
auliyabayumi berkata,
Februari 5, 2009 @ 3:39 pm
ITULAH INDONESIA…!!!!
roberthendrik berkata,
Februari 5, 2009 @ 4:02 pm
@aulia : hehe… kayaknya BANGGA BENER,hehe….
@Humaira : kalau di angkkot ama rumah makan itu yang paling bikin sebel…
@jaya : alasannynya sih baik, biar anakmnya gak ikut ngerokok ata ga hirup ikut asap roko, tapi dampaknya, anaknya bakal ngerasa JAUH dari bapaknya, padahal kan anak sangat butuh asih sayang orang tua, ibu maupub bapak.
@sunarso, benernya sih sadar atau ngga kita ini suka menyika diri lho dalam berbagai hal.. liat aja berapa banyuak anak muda yang SUKA berlarut2 dalam kesedihan, misal diputus pacar, dll padahal kan lebih baik BANGUN dan DO SOMETHING, tapi kadang MENYIKSA DIRI itu membeikan suatu KESENANGAN… (yang jelek)
@ricoh, iya fatwa tentang rokok agak kurang jelas dan TOTAL… soalnya banyak aspek yang dijadikan pengecualian…
mamas86 berkata,
Februari 5, 2009 @ 5:11 pm
Sebenarnya yang salah tuh orang yang buat rokok… Pemerintah juga seharusnya melarang pabrik rokok berdiri… Kalau orang dilarang merokok tapi pabriknya masih beroperasi ya sama aja…
UyoxSoul berkata,
Februari 5, 2009 @ 8:33 pm
Merokok yang g boleh itu baru d jakarta doang kan?
Kalo di kota2 laen seperti Bandung, Jogja masih boleh???
roberthendrik berkata,
Februari 6, 2009 @ 1:20 am
kalau bandung setau saya sih banyak daerah dilarang ngerokok kayak MALL gitu terakhir kali ke BIP udah dikasi tulisan peringatan dilarang ngerokok atau hukuman penjara (pertauran pemerintah), begitu pula dengan Mall2 di surabaya..
lagian, kan ga sopan ngerokok di ruangan be-AC gitu
Mumu berkata,
Februari 6, 2009 @ 2:09 am
Di kantor saya ada peraturan dilarang merokok sejak beberapa tahun lalu. Jika ketahuan merokok di area gedung kantor, bagi internal akan terkena SP dan jika dilakukan lagi terkena sanksi PHK. Peraturan ini berlaku mulai dari tingkat jabatan paling atas hingga paling bawah. Pihak eksternal yang ketahuan merokok pun akan mendapat sanksi denda.
Cara ini efektif (paling tidak di kantor saya) membuat asap rokok tidak terlihat lagi di kantor, dan imbasnya cukup positif. Sebagian besar karyawan berhenti merokok..!!!
Well, terkadang butuh peraturan keras untuk menghentikan kebiasaan buruk.
Merokok adalah pilihan, namun menghirup udara bersih adalah hak.
Perokok yang beretika akan mencari asbak dan tempat yang tidak mengganggu orang lain (bukan perokok) sebelum menyalakan rokoknya.
roberthendrik berkata,
Februari 6, 2009 @ 2:12 am
^ “Well, terkadang butuh peraturan keras untuk menghentikan kebiasaan buruk.”
betul bro, TERKADANG, tapi tidak selalau…ada kalanya memang harus keras juga untuk mencapai tujuan bersama..dan malah bagus kan kalau memang akhirnya berhenti merokok…
Admin berkata,
Februari 6, 2009 @ 2:49 am
melarang untuk merokok harus dimulai dari diri sendiri…
salam,
http://bursasepatu.wordpress.com
http://planetshoes.wordpress.com
ewot berkata,
Februari 6, 2009 @ 3:13 am
yg komen diatas saia bilang peraturan keras, saia malah nulis di blog saia ttg ide gila baru ttg cara melarang orang merokok, ayo kumpulin tanda tangan bikin petisi, “boleh menjotos orang merokok di tempat umum !”
keren kan !
hahahaha…
Reinaldo berkata,
Februari 6, 2009 @ 4:43 am
Merokok itu jelas hak tiap-tiap orang. Tapi jangan lupa kalau TIDAK MENGHISAP ASAP ROKOK ORANG LAIN itu juga hak tiap-tiap orang. Jadi menurut saya merokok itu bebas-bebas aja, selama di sekitarnya tidak ada orang lain yang harus ikut terpapar asap rokok yang tidak ia hisap. Masakan orang yg tidak merokok harus ikut menanggung resiko kanker paru-paru akibat orang lain merokok di dekatnya?
hapsarie berkata,
Februari 6, 2009 @ 5:05 am
gue perokok, TAPI gue perokok yang tau diri artinya gue hanya merokok ditempat tempat yang diperbolehkan merokok. dan selalu merokok disekitar para perokok aktif.
gue setuju banget sama larangan merokok ditempat publik …karena toh pada akhirnya seperti mall dan restaurant menyediakan smoking area buat perokok. gue juga sebel sama perokok yang merokok diatas angkot yang sumpek … asal ngasep dimana mana.
intinya bagi gue ( terlepas dari gue perokok or not ) saling menghargai aja lah …saling tahu diri. hargai kalo orang itu berbeda dari kita…gak bisa semua orang dipaksa melihat dari kacamata kita..gak bisa memaksa semua orang berpendapat sama dengan kita. akhir akhir ini kayanya komen orang tentang campaign anti rokok mulai berlebihan, kesannya merokok itu dosanya udah sama kaya zinah. memang banyak perokok kurang ajar, tapi jangan lupakan para perokok ’sopan’.
kalo tentang John Pantau tadinya gue suka sama ini acara, tapi pas edisi puasa kemaren, yang dia me’razia’ warung makan dan nanya nanya ‘bapak kok makan, emangnya gak puasa ya? kalo bener bukan muslim mana ktpnya ?” duh kok menurut gue nggak sopan banget yah .. bukannya Indonesia itu menghargai kebebasan menjalankan agama yah … boleh sih mengingatkan..emang dianjurkan, tapi tetep jaga kesopanan dong, masa iya kalau cewe lagi berhalangan dia mau lihat barang buktinya juga ?. belum lagi razia warung makan yang buka, masyarakat kita kan nggak semuanya muslim …
a berkata,
Februari 6, 2009 @ 9:11 am
betul itu……betul itu……saya mah setuju atuh….
roberthendrik berkata,
Februari 6, 2009 @ 9:53 am
@hapsarie… itu namanya STEREOTIPE…
jadi karena kesalahan beberapa orang, jadi semua yang perokok aktif yang SOPAN juga disalahkan.. masalahnya rokok sering banget dihubungkana ama Minuman Keras, Selanjutnya Narkoba dan Seks Bebas (extyrim dikit) memang ada yang kayak gitu tapi kan ga semua.. namun pandangan masyarakat melihat semuanya itu sebagai 1 paket…..
hapsarie berkata,
Februari 6, 2009 @ 10:06 am
waduh mas kok kayanya terlalu naif yah kalo melihat keseluruhan itu sebagai suatu paket. tapi its your opinion, have no problem with that..
after all, kembali ke individunya masing masing. tapi menurut gue sih jangan sampe karena ‘ngejar’ pandangan orang jadi merusak kepribadian dasar.
merokok itu bukan kriminal selama merokoknya di smoking area, dan selama rokoknya nggak disundutin ke orang lain, dan juga selama puntungnya dibuang ditempatnya. kalo ada perokok pasif yang masuk smoking area, yah itu sih salah dia sendiri dong..
have a nice weekend
zhye berkata,
Maret 9, 2009 @ 1:23 pm
blh leh jga,,,,,,,,,,,,,,,,
tapi john msh takut ……….
pembrani dung//////